UAS…

•July 2, 2008 • Leave a Comment

Nama : Nina Nurhayati

NIM : 44304012 (HI1)

Kelompok Kawasan : Pasifik Selatan

Nama Negara : Fiji

JAWABAN NO. I

Kapabilitas Politik Negara

Paham yang dianut

Uraian

Rincian

Uraian Rincian

Ket.

Ideologi

Demokrasi Terpimpin

Mengalami dua kali kudeta

1970-1987 : Demokrasi

1987 :

Kudeta

1999 :

Kudeta

2000-Sekarang : Demokrasi terpimpin

Pemerintahan demokratis di kudeta militer 1987,

Tahun 2000 pemerintahan di kudeta oleh George Speight, Demokrasi dipulihkan akhir 2000 – Sekarang

empat kali kudeta dalam 20 tahun

Ekonomi &Teknologi

Liberal

Demografi

Penduduk

825.478 (153)

48 jiwa/km²; (122)

Kristen=36,2%

Hindu=35,5%

Islam=28,8%

Kristen :

Katolik Roma (8,9%), Sidang Jemaat Allah (4%), dan Adventis (2,9%)

Hindu :

Aliran Sanatan (74,3%) noname (22%). Arya Samaj

(3,7%)

Islam :

Sunni (59,7%) noname (36,7%), Ahmadiyah (3,6%)

noname = aliran yang tidak jelas

Militer

Commodore Frank Baini

Geografi

Terletak di :

18°10′ LS 178°27′ BT

UAS…

•July 2, 2008 • Comments Off on UAS…

•July 2, 2008 • Leave a Comment

Diplomasi

Fiji yang merupakan Negara kepulauan, menganut system multi-partai.

Partai politik terbesar yang terdapat di Fiji adalah Soqosoqo ni Duavata ni Lewenivanua (SDL), yang merupakan partai penduduk pribumi Fiji dan Fiji Labour Party (FLP), yaitu partai yang mewakili kepentingan warga keturunan India. Namun keanggotaannya terbuka bagi etnis manapun.

Sejarah Interaksi Internasional

Menjadi Anggota Organisasi Internasional

PBB

Keterlibatan dalam perang

Misi operasi pemulihan ketertiban dan keamanan di negeri kepulauan yang dilanda konflik bersenjata di Kepulauan Solomon

Pengerahan paling kurang 2000 pasukan dan 300 personel polisi dari Australia, Selandia Baru Fiji, Vanuatu, dan Tonga ini merupakan operasi militer terbesar di kawasan Pasifik Selatan sejak Perang Dunia II

Sejak tahun 1998, Kepulauan Solomon dilanda konflik etnis yang berkembang menjadi konflik bersenjata, yang telah menewaskan ratusan orang dan sekitar 20.000 orang lainnya mengungsi dari pulau terbesar Guadalcanal.

Lembaga legislative, mengeluarkan Undang-Undang yang secara khusus memberi kewenangan dan dasar hukum bagi keberadaan dan operasi militer gabungan Negara-negara Pasifik Selatan di Negeri mereka.

Keterlibatan dalam Perjanjian Internasional

South Pasific Regional Trade and Economic Cooperation Agreement (SPARTECA)

Asian And Pacific Coconut Community (APCC)

Organisasi Internasional Kayu Tropis (International Tropical Timber Organization)

Economic and Social Commision for Asia and Pacific (ESCAP)

Asia/Pacific Group On Money Laundering (APG)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)-United Nations

Fiji Masuk ESCAP 3 Agustus 1979

Suatu kerjasama di bidang perdagangan dan ekonomi, antara anggota negara Kepulauan Pasifik dengan Australia dan Selandia Baru pada suatu perjanjian

Kerjasama dalam bidang produksi, pemasaran, pengolahan dan penelitian, negara-negara produsen kelapa di Asia dan Pasifik

Suatu organisasi kerjasama antar Pemerintah negara-negara produsen dan konsumen di bidang komoditi kayu tropis

JAWABAN NO. 2

(a. Setelah melakukan kudeta tidak berdarah pada 5 Desember 2006, militer Fiji menyatakan akan berkuasa di Negara itu hingga 59 tahun. Kekuasaan akan dilepaskan jika Dewan Pemimpin Lokal bersedia menunjuk pemerintah yang disetujui pemimpin kudeta.

Kudeta terakhir di Fiji terjadi pada awal bulan Desember 2006, kudeta ini dilakukan oleh Komodor Frank Vorege Bainimarama Panglima militer Fiji. Bainimara telah berulangkali mengancam akan menggulingkan pemerintah Perdana Menteri Laisenia Qarase, yang meraih masa jabatan lima-tahun kedua pada Mei, dan menyatakan pemerintah melakukan korupsi dan lunak pada mereka yang berada di balik kudeta di Fiji pada 2000. Tak lama setelah Qarase mengeluarkan pernyataan tersebut, Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark mengatakan presiden Fiji telah membubarkan parlemen dan mensahkan pencopotan Qarase.

Fiji menuduh Australia berusaha mensabotase perekonomiannya dengan merusak pengaturan pinjaman negeri di kepulauan Pasifik itu bersama para pemimpin dunia. Pemerintah Fiji diserang oleh negara-negara termasuk Australia dan Selandia Baru sejak militer merebut kekuasaan dalam beberapa kali kudeta. Campur tangan militer Australia dalam kudeta di Fiji akan bisa menimbulkan ‘horor` dan pertumpahan darah, kata Perdana Menteri Australia. John Howard menegaskan keputusannya tidak akan membantu pemerintah terpilih di Fiji.

Howard sebelumnya mengatakan, bahwa perdana menteri terguling Fiji, Laisenia Qarase, mengimbaunya beberapa jam sebelum militer menyerah kepada permintaan asisten militer, namun permintaan tersebut ditolak. Tindakan militer Australia tak pernah bermaksud demikian, meskipun Australia mengirim tiga kapal perang siaga di lepas pantai Fiji, untuk mengevakuasi warga Australia bila kudeta tersebut menimbulkan kerusuhan, ucap Howard. Howard mengatakan, dia memberikan kuasa bagi intervansi militer di Timur Timur, karena Canberra mempunyai keterlibatan sejarah di sana. Kecaman-kecaman ditujukan kepada Australia sehubungan perannya sebagai polisi di Pasifik setelah mengirimkan pasukannya ke Timur Timur, dan mengirim pasukan penjaga perdamaian di Kepulauan Solomon saat dicekam gejolak. Australia mengecam keras militer Fiji yang mengambil alih kekuasaan dengan brutal dan ilegal serta menjatuhkan sanksi-sanksi kepada rezim baru.

(b. Permasalahan kudeta dan isu campur tangan pihak asing dalam pemerintahan fiji sebenarnya telah terjadi ketika kali pertama kudeta terjadi di Fiji pada tahun 1987, namun sampai saat ini pihak – pihak yang menyatakan bahwasanya adanya keterlibatan pihak asing belum pernah terungkap dan terbukti. Kudeta terjadi di fiji dikarenakan adanya ketidak samaan persepsi antara militer dengan pemerintah yang sah. Kudeta selalu dilakukan dengan dalih karena pihak militer melihat adanya ketidakstabilan perekonomian bagi rakyat fiji yang disebabkan oleh tindak korupsi yang dilakukan oleh pemerintah.

Kudeta yang keempat dalam 20 tahun terakhir di Fiji dilakukan karena militer menilai pemerintah terlalu lunak terhadap pelaku kudeta tahun 2000 lalu. Setelah kudeta, Bainimarama mengangkat dirinya sebagai presiden menggantikan posisi Presiden Ratu Josefa Iloilo’s dan menunjuk perdana menteri sementara. Bainimarama mengangkat Jona Senilagakali Baravilala, seorang mantan dokter militer untuk menjadi perdana menteri sementara sebelum menggelar pemilu. Bainimarama sebelumnya merupakan pahlawan yang mampu mengembalikan demokrasi di Fiji saat kudeta yang terjadi tahun 2000 lalu. Namun, aksinya yang memutuskan mengudeta pemerintahan Qarase menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Harian Fiji Times.

Kudeta yang dilakukan militer Fiji menyebabkan negara kepulauan itu terancam dikeluarkan sementara waktu dari keanggotaan pesemakmuran Inggris, Washington juga memutuskan membekukan bantuan senilai US$ 2,5 juta. Bantuan itu sebelumnya ditujukan untuk anggaran belanja dan pelatihan militer. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Sean McCormack, mengatakan AS mengutuk kudeta yang dilakukan militer Fiji. Terlebih lagi kecaman keras terhadap kudeta yang dilakukan datang juga dari PBB.

JAWABAN NO. 3

Berbeda hal nya dengan Negara – Negara dikawasan pasifik selatan lainnya, Dari analisa dalam Kapabilitas Politik, Terutama dalam bidang militernya, Negara Fiji berpotensi menjadi Negara adidaya. Fiji mempunyai kemampuan angkatan bersenjata yang cukup berarti, dan telah menjadi penyumbang besar dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di berbagai belahan dunia. Selain itu, militer di Fijipun telah melakukan beberapa kali kudeta terhadap pemerintahannya, Potensi Fiji menjadi Negara adidaya dalam bidang militer, Fiji mempunyai kemampuan angkatan bersenjata yang cukup berarti, dan telah menjadi penyumbang besar dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di berbagai belahan dunia. Selain itu, militer Fijipun pernah bergabung menjadi pasukan gabungan Negara-negara pasifik selatan dalam hal mengatasi konflik etnis yang berkembang menjadi konflik bersenjata di Kepulaluan Solomon. Sementara selain Australia, kapabilitas Negara Fiji sangat lebih maju dari pada Papua Nugini ataupun Timor leste. Hal inilah yang membuat Australia selalu ikut campur tangan dibalik setiap kisruh yang terjadi di Fiji. Intervensi terang-terangan seperti ketika Australia mengirimkan dua perwira senior polisi nya untuk mengambil alih kepemimpinan kepolisian di Fiji sehingga intervensi dan keterlibatan Australia terhadap persoalan Negara Fiji pun semakin menguat ditambah lagi dengan Australia juga mengirim pasukan keamanan ke Fiji.

Sementara dalam Bidang Sumber Daya Alam, Para peneliti menemukan 10 struktur molekul baru yang mengandung bahan obat dari spesies rumput laut merah yang hidup pada karang dangkal di sepanjang garis pantai Fiji. Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Biologi dari Georgia Institute of Technology Mark Hay menemukan bahwa beberapa senyawa alami ini memiliki kemampuan membunuh sel kanker, bakteri, dan virus HIV. Di laboratorium, para peneliti mengekstrak organisme ini menggunakan cairan campuran organik yang akan membuka sel organisme dan menghasilkan produk natural. Cairan organik kemudian diambil dari ekstrak dengan cara diuapkan. Sejumlah kecil setiap ekstrak kemudian diuji untuk melawan target misalnya parasit malaria, bakteri penyebab TBC, dan kanker. Rumput laut merah Callophycus adalah salah satu dari lima spesies pertama yang diteliti kandungan senyawa obat-obatannya. Anne Prusak dari Geogia Tech dan teknisi riset memisahkan molekul-molekul baru dengan komponen lain yang diekstrak dengan proses kromatografi sehingga dapat diteliti karakteristik setiap senyawa. Para peneliti kemudian menggunakan proses kristalografi sinar-X yang dilakukan di Emory University di Atlanta, nuclear magnetic resonance spectroscopy, dan analisis spektral massa untuk menentukan bagaimana karbon, hidrogen, oksigen, dan brom saling berikatan membentuk struktur molekul dari 10 produk alami yang baru ditemukan.

Quiz…..

•June 10, 2008 • Leave a Comment

1. Analisa terkait dengan potensi untuk menjadi Negara adidaya, dilihat dari kapabilitas politiknya (Ideologi, Militer).
Jawaban :
Dari analisa melalui kapabilitas politiknya terutama dalam bidang militernya, Negara Fiji berpotensi menjadi Negara adidaya.
Fiji mempunyai kemampuan angkatan bersenjata yang cukup berarti, dan telah menjadi penyumbang besar dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.
Selain itu, militer di Fijipun telah melakukan beberapa kali kudeta terhadap pemerintahannya, berikut data kudeta yang terjadi di Negara Fiji :
Pemerintahan demokratis mengalami interupsi oleh dua kudeta militer pada 1987, yang disebabkan keprihatinan bahwa pemerintah pada waktu itu akan didominasi oleh komunitas Indo-Fiji (India). Akibat dari kudeta kedua pada 1987, Monarkhi Britania dihapuskan, Gubernur Jenderalnya digantikan oleh seorang Presiden non-eksekutif dan nama lama negara itu berubah dari Dominion Fiji menjadi Republik Fiji (kemudian berubah lagi menjadi Republik Kepulauan Fiji pada 1997). Sebuah konstitusi 1990 menjamin etnik Fiji kekuasaan atas Fiji, namun hal ini menyebabkan emigrasi besar-besaran masyarakat keturunan India; kehilangan ini menyebabkan kesulitan ekonomi, namun menjamin bahwa bangsa Melanesia akan menjadi mayoritas. Amandemen yang diberlakukan pada 1997 menjadikan konstitusi lebih setara. Pemilu yang bebas dan damai pada 1999 menghasilkan pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Indo-Fiji. Setahun kemudian, ia digulingkan dalam sebuah kudeta yang dipimpin oleh George Speight, seorang nasionalis Fiji garis keras. Demokrasi dipulihkan menjelang akhir 2000, dan Laisenia Qarase, yang telah memimpin pemerintahan sementara saat itu, terpilih sebagai Perdana Menteri. Keanggotaan Fiji di Persemakmuran dikenai sanksi karena kegiatan-kegiatan yang anti-demokratis sehubungan dengan kudeta 2000.
Kudeta keempat dalam 20 tahun terakhir di Fiji, dilakukan karena militer menilai pemerintah terlalu lunak terhadap pelaku kudeta tahun 2000 lalu.
Setelah kudeta, Bainimarama mengangkat dirinya sebagai presiden menggantikan posisi Presiden Ratu Josefa Iloilo’s dan menunjuk perdana menteri sementara. Bainimarama mengangkat Jona Senilagakali Baravilala, seorang mantan dokter militer untuk menjadi perdana menteri sementara sebelum menggelar pemilu.
Bainimarama sebelumnya merupakan pahlawan yang mampu mengembalikan demokrasi di Fiji saat kudeta yang terjadi tahun 2000 lalu. Namun, aksinya yang memutuskan mengkudeta pemerintahan Qarase menimbulkan kecaman dari berbagai pihak.

2. Analisa Pembandingan Potensi Ancaman (Kawasan dan Dunia).
Jawaban :
Akibat kudeta yang dilakukan oleh Komodor Frank Bainimarama menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Negara tetangga seperti Australia dan Selandia Baru menyerukan agar militer tidak mengambil alih kekuasaan. Australia dan Selandia Baru sebelumnya juga menolak mengirimkan militernya untuk membantu pemerintahan Qarase.
Kedua negara itu juga segera memutuskan bantuan militer ke Fiji dan memberlakukan larangan bepergian bagi semua orang yang berencana bergabung dengan pemerintahan sementara di negara itu. Menlu Australia Alexander Downer mengatakan sanksi lebih kuat akan menyusul kemudian.
Kudeta yang dilakukan militer Fiji menyebabkan negara kepulauan itu terancam dikeluarkan sementara waktu dari keanggotaan pesemakmuran Inggris. Washington juga memutuskan membekukan bantuan senilai US$ 2,5 juta. Bantuan itu sebelumnya ditujukan untuk anggaran belanja dan pelatihan militer. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Sean McCormack, mengatakan AS mengutuk kudeta yang dilakukan militer Fiji.
Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan melalui juru bicaranya menyesali kudeta yang terjadi dan mendesak agar pemerintahan sementara dapat segera mengembalikan kekuasaan pada rakyat. “Kejadian ini akan berpengaruh pada penempatan dan rotasi pasukan Fiji yang terlibat dalam operasi PBB di Irak,” kata Stephen Dujarric, Juru Bicara Sekjen PBB.

3. Bagaimana langkah-langkah menjadi Negara Adidaya
Jawaban :
Potensi Fiji menjadi Negara adidaya dalam bidang militer, Fiji mempunyai kemampuan angkatan bersenjata yang cukup berarti, dan telah menjadi penyumbang besar dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di berbagai belahan dunia. Selain itu, militer Fijipun pernah bergabung menjadi pasukan gabungan Negara-negara pasifik selatan dalam hal mengatasi konflik etnis yang berkembang menjadi konflik bersenjata di Kepulaluan Solomon.
Di negaranya sendiri militer Fiji sangat berpengaruh, terbukti dengan beberapa kali kudeta yang dilakukan militernya sendiri terhadap pemerintahannya. Salah satu contoh kekuasaan Militer di Fiji pada kudeta terakhir, Militer Fiji mengancam akan membatalkan komitmen penyelenggaraan pemilihan umum yang rencananya akan diadakan pada awal tahun depan, jika penduduk Fiji menolak mendukung rencananya mengubah sistem electoral. Perdana Menteri yang dipilih dirinya sendiri, Vorege Bainimarama, yang tampil berkuasa dalam kudeta tak berdarah pada Desember 2006, mengatakan, pemilu sebagai bagian dari gerakan kembali ke demokrasi tidak akan diselenggarakan jika rencananya tidak mendapat dukungan politik. “Kami tak bisa melakukan pemilu tanpa konstitusi,” kata kantor berita FijiLive, mengutip pernyataan Bainimarama saat menjelaskan kepada penduduk desa pada pembukaan satu gereja. Dalam menghadapi kecaman internasional atas kudeta dan sanksi-sanksi yang diakibatkannya, Bainimarama menjanjikan akan menyelenggarakan pemilu pada akhir Maret tahun depan. Namun, dia menegaskan mengenai apa yang disebut Konstitusi Rakyat untuk Perubahan dan Kemajuan, yang termasuk usulan-usulan untuk menyusun kembali sistem pemilu negara. Bainamarama mengatakan, sistem yang ada sekarang menimbulkan perbedaan rasial antara penduduk asli Fiji yang mayoritas dan etnis India yang minoritas. Ketegangan-ketegangan rasial telah menjadi faktor besar dalam empat kali kudeta di dalam dua dasawarsa terakhir di negara Pasifik Selatan yang hanya berpenduduk 900.000 orang itu. Para pemimpin pertama tiga kudeta dituduh menggulingkan pemerintah terpilih dengan dalih melindungi supremasi politik penduduk asli. Dia mengatakan, ia telah mengatakan kepada Perdana Menteri Laisenia Qarase pada pekan ini dalam pertemuan pertama mereka sejak kudeta, bahwa pemilihan-pemilihan tak bisa diadakan tanpa kepastian dalam mengatasi permasalahan yang menyebabkan terjadinya kudeta. Konstitusi yang dipromosikan Bainimarama dipandang penting untuk memastikan pemecahan masalah-masalah Fiji, namun hal itu ditentang oleh banyak politisi serta kepala-kepala adat Fiji. Bainimarama bertekad untuk menyelenggarakan pemilihan umum pada Maret berdasarkan konstitusi yang sekarang berlaku, pada pertemuan 16 pemimpin Pasifik pada Oktober tahun lalu. Dia sejak itu mendesak memperkenalkan konstitusi pertamanya tersebut, namun persiapan-persiapan seperti pengubahan sistem pemilu bertentangan dengan konstitusi.

Weekly News…

•June 10, 2008 • Leave a Comment

Organisme Laut di Fiji Kaya Obat-obatan

Para peneliti menemukan 10 struktur molekul baru yang mengandung bahan obat dari spesies rumput laut merah yang hidup pada karang dangkal di sepanjang garis pantai Fiji.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Biologi dari Georgia Institute of Technology Mark Hay menemukan bahwa beberapa senyawa alami ini memiliki kemampuan membunuh sel kanker, bakteri, dan virus HIV.

Di laboratorium, para peneliti mengekstrak organisme ini menggunakan cairan campuran organik yang akan membuka sel organisme dan menghasilkan produk natural. Cairan organik kemudian diambil dari ekstrak dengan cara diuapkan. Sejumlah kecil setiap ekstrak kemudian diuji untuk melawan target misalnya parasit malaria, bakteri penyebab TBC, dan kanker.

Rumput laut merah Callophycus adalah salah satu dari lima spesies pertama yang diteliti kandungan senyawa obat-obatannya. Anne Prusak dari Geogia Tech dan teknisi riset memisahkan molekul-molekul baru dengan komponen lain yang diekstrak dengan proses kromatografi sehingga dapat diteliti karakteristik setiap senyawa.

Para peneliti kemudian menggunakan proses kristalografi sinar-X yang dilakukan di Emory University di Atlanta, nuclear magnetic resonance spectroscopy, dan analisis spektral massa untuk menentukan bagaimana karbon, hidrogen, oksigen, dan brom saling berikatan membentuk struktur molekul dari 10 produk alami yang baru ditemukan.

“Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebelum siap diformulasi menjadi obat,” kata Kurbanek. Paling tidak diperlukan waktu sepuluh tahun untuk siap menjadi produk komersial.

Perjanjian Internasional…

•June 3, 2008 • Leave a Comment

Fiji juga menandatangani perjanjian internasional pada beberapa organisasi internasional yang Fiji sendiri masuk sebagai anggota organisasi internasional tersebut. Perjanjian internasional itu adalah perjanjian sebagai anggota South Pasific Regional Trade and Economic Cooperation Agreement (SPARTECA), Asian And Pacific Coconut Community (APCC), Organisasi Internasional Kayu Tropis (International Tropical Timber Organization), Economic and Social Commision for Asia and Pacific (ESCAP), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)-United Nations, Asia/Pacific Group On Money Laundering (APG)   

Organisasi Internasional…

•June 3, 2008 • Leave a Comment

Fiji Masuk ke dalam anggota beberapa Organisasi Internasional, diantaranya :

 

·        Fiji termasuk dalam anggota South Pasific Regional Trade and Economic Cooperation Agreement (SPARTECA) yaitu suatu kerjasama di bidang perdagangan dan ekonomi, antara anggota negara Kepulauan Pasifik dengan Australia dan Selandia Baru pada suatu perjanjian.

·        Asian And Pacific Coconut Community (APCC) yaitu kerjasama dalam bidang produksi, pemasaran, pengolahan dan penelitian, negara-negara produsen kelapa di Asia dan Pasifik.

·        Organisasi Internasional Kayu Tropis (International Tropical Timber Organization) yaitu suatu organisasi kerjasama antar Pemerintah negara-negara produsen dan konsumen di bidang komoditi kayu tropis. Organisasi ini telah menyatukan negara produsen dan negara konsumen untuk membahas dan mempertukarkan informasi secara transparan dan menyusun kebijakan tentang segala aspek ekonomis kayu tropis dunia.

·        Economic and Social Commision for Asia and Pacific (ESCAP)

Fiji Masuk sebagai anggota ESCAP pada tanggal 3 Agustus 1979

·        Fiji juga termasuk ke dalam anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

·        Asia/Pacific Group On Money Laundering (APG)   

anggota APG, yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, China Taipe, Cook Islands, Fiji Islands, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Macau, Malaysia, Marshal Islands, Mongolia, Nepal, Selandia Baru, Niue, Pakistan, Palau, Philippina, Samoa, Singapura, Thailand, Tonga, Amerika Serikat, Vanuatu, Sri Langka, Vietnam, Myanmar, Afganistan, dan Kanada.